Sekiranya, aku pikir, alangkah banyak orang yang terperangkap pada jerat penyesalan sehingga muncul saja keinginannya untuk kembali kepada masa lalu untuk mengubahnya. Bagiku cukup manusiawi jika ada yang sampai berpikir demikian. Tapi, adakah sesuatu hal yang dapat mengembalikan kita ke masa lalu? Jawabannya ada. Sebuah alat yang amat populer diperbincangkan namun tak pernah ada sampai sekarang: Mesin Waktu
Begitupun denganku, aku pun sempat berpikir ingin kembali ke masa lalu. Namun, seandainya boleh untukku memamerkan pertanyaan serta jawabanku, perkenankanlah.
Jika sekiranya memang ada mesin waktu, maka apa yang akan kauubah di masa lalu? Dan aku akan menjawab: Tidak ada!
Aku memang ingin kembali ke masa lalu, tapi tak satupun yang akan kuubah dari masa yang telah lalu itu. Karena kupikir, apa yang telah membuatku bisa menjadi seperti ini? Dengan dada yang penuh dengan pengalaman seperti ini? Semua pencapaian diri? Itu semua karena seluruh hal yang telah aku alami di masa lalu. Dan aku akan mengubah masa lalu berharap akan mengubah masa depan pula? Bzz... Aku pikir disitulah sebuah titik dimana hidup jadi tak menyenangkan. Bukankah sebaik-baik guru adalah pengalaman? Dan kau ingin membunuh gurumu? Murid macam apa kau? Hahaha...
Aku rindu, dan ingin kembali ke masa lalu. Ada beberapa potret masa lalu yang telah aku lupakan, dan aku ingin mengingatnya kembali, sebab rindu ini kadang tak terperi. Ingin sekali melihat temanku dengan usia anak-anaknya. Aku ingin kembali bermain dengan mereka sebagai anak-anak desa. Bermain, kemudian menangis, lalu tertawa, berkelahi, kemudian berdamai kembali. Kemudian merasakan yang namanya cinta pertama dan tidak lupa juga cinta monyet. Pertama kali belajar menyetir, belajar ini dan itu. Merasakah patah kemudian bangun lagi. Rasa-rasanya perasaan ini absurd sekali bahkan untuk dituangkan dalam cawan puisi. Nostalgia memang selalu menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar