Kamis, 12 Mei 2016

Tuhan Telah Mati

Aku menyaksikan tuhan telah mati

ia tak lagi meliputi seluruh keadaan
pertanda-nya kian jauh akan menjadi kosa kata yang langka
oleh sebab tertutup rapi, dalam mata, sebuah sosok persona
nun jauh disana
Ia telah mati dalam ba-ha-sa yang memisau. Tajam.

Aku menyaksikan tuhan telah mati

tuhan telah mati dalam doa bersama jelang UN
juga dalam taruh-bertaruh para calon sarjana, dan mereka
menerima untuk lupa, ditinggal norma
yang penting masuk sekolah ternama ataupun IPK diatas tiga
Adakah yang lupa dengan yang mahabaik, ketika
tengah dinaung ujian semester ataupun ujian akhir yang amat pelik?

Aku menyaksikan tuhan telah mati

tuhan telah dimatikan dalam diri para manusia sibuk
oh sekiranya barzah adalah rumah paling tak laku
dalam idam-idam para anti-suntuk.
Terlupakah ia, bahwa "ia" adalah maha pencemburu?
ia tak suka membandingkan gaji, dengan diri-nya
          --yang maha memberi rezki

Aku menyaksikan...

Aku menyaksikan tuhan telah mati!
tuhan telah mati, dan kita semua yang telah membunuh-nya.



2016
catt: karena sajak ini, jangan anggap saya atheis ataupun murtad


Tidak ada komentar:

Posting Komentar