Jumat, 15 April 2016

Menjadi Penyair

"Aku ingin melihatkanmu puisi, yang tintanya
berwarna merah muda, untuk aku tunjukkan
pada bakal kekasih,”

bagimu: puisi menuai kata mesra
bagiku: puisi menuai dunia

“Aku ingin belajar menulis puisi, agar besok
bisa kudapatkan satu kalung bunga saja,
selingkar saja.”

Sebelum tinta milik abang terus diperam
ingin sekali aku melihatmu menangis
tanpa mata yang perih
ingin sekali aku melihatmu tertawa
tanpa rahang yang nyeri
ingin sekali aku melihatmu melihatr
tanpa mata yang sepi

Dan, kau kulihat-lihat, semakin dekat, mengikis sekat,
mendustai batin dan perasaan adalah perkara gamblang.

“aku sedang ingin menjadi penyair,” katamu
“kau sedang ingin menjadi penggombal,” kataku



Lubuk buaya, 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar